Tampilkan postingan dengan label akhir zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhir zaman. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Oktober 2010
Langit terbelah di Yogyakarta
Fenomena munculnya langit terbelah di Yogyakarta bikin resah warga. Sebenarnya tidak benar-benar terbelah tapi melainkan cahaya yang menyorot sehingga langit seperti terbelah. Mirip sinar senter raksasa, cahaya biru terang benderang membelah langit Yogyakarta.
Menurut para pakar merupakan fenomena biasa dan memang selebihnya tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Fenomena ini terlihat indah sekali sih, tapi banyak warga yang bertanya-tanya apakah ini pertanda akan ada bencana.Kepala Sub Bidang Informasi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Harry Tirto Djatmiko mengatakan, dalam fenomena tersebut adalah fenomena kapan bisa saja terjadi, dalam ilmu perlangitan ada tiga kategori, awan menenagh, awan rendah dan awan tinggi.
Untuk hal-hal lain tidak bisa diprediksi,"Ini saja yang bisa di ketahui, lainnya tidak (tanda-tanda diluar ilmu pasti," imbuhnya.
Sementara itu, Peneliti di Pusat Sains Atmosfir dan Iklim Thomas Djamaludin mengatakan bahwa fenomena alam tersebut merupakan kejadian alam yang disebut sebagai Dark crepuscular. Hal itu biasanya di katakan di mana kondisi langit sedang terang, namun terdapat garis gelap.
“Garis gelap tersebut terjadi akibat sebuah awan padat besar yang menghalangi radiasi cahaya,” katanya.
Hujan Darah di India
Hujan darah di dearah Kerala India. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang terjadi, Pada saat itu, 25 Juli 2001, hujan lebat dengan air berwarna merah menghujani negara bagian Kerala di India. Hujan itu berlangsung hingga September 2001.
Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi!
Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.
Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.Lubang Api di Uzbekistan

Lubang api di Uzbekistan Asia Tengah ini sungguh menakjubkan sekaligus menakutkan. COba bayangkan jika Anda terjatuh di lubang besar yang dipenuhi dengan api seperti ini. Sungguh mengerikan, penduduk setempat mengenal Lubang Api ini sebagai Pintu ke Neraka.
Asal muasal terjadinya Lubang Api tersebut berawal sekitar 35 tahun yang lalu, ketika ahli geologis menggali tempat tersebut untuk mencari gas alam. Ketika dilakukan penggalian itu, mereka menemukan satu jurang besar di bawah tanah. Saking besarnya, sampai-sampai semua peralatan penggalian ikut masuk ke dalam jurang tersebut.
Jurang itu dipenuhi dengan gas bumi yang beracun. Nah, untuk mencegah penyebaran ga beracun maka mereka menyalakan api di jurang itu. Dan terjadilah lubang api seperti pada gambar.
Langganan:
Postingan (Atom)
About PP GKPI SIANTAR KOTA?php>
?php>


